Minggu, 27 September 2009

INTRAMUSKULAR




Jika anda telah memutuskan untuk menjalani cycle pertama anda, maka hambatan terbesar psikologis biasanya adalah ketidaktahuan anda soal tatacara suntik yg benar. Sakit atau tidak? Bahaya atau tidak? Bagaimana jika salah suntik? Semua pertanyaan itu semuanya menyerbu anda. Lebih tolol lagi, banyak dari para pemula yang sama sekali tidak mengira soal penyuntikan ini, sehingga kala mereka menerima paket cycle pertama pesanan mereka, mereka menelan semua nya, termasuk membuka isi ampul dan menelan isinya. Ini benar benar ketololan luar biasa, akibat malu bertanya. Tidak banyak tempat bertanya jika menyangkut soal penyuntikan, karena hal itu masih di anggap tabu dan di anggap hanya dokter saja yg boleh melakukannya, selain dokter di anggap illegal.

Sesuatu yg disuntik biasanya datang dari kemasan vial atau ampul. Vial itu bentuknya kayak botol kaca kecil yang tertutup rapat oleh karet (pada karet itulah anda akan menusukkan jarum suntik itu dan mengambil isi nya dengan alat suntik). Kalo ampul bentuknya seperti botol kaca, bentuknya mirip dengan yang biasa di pakai dalam permainan bowling, dimana anda lemparkan bowling ke arah botol botol yg ada di depannya itu. Botol kaca ampul ini tertutup rapat, dan pada bagian leher itulah anda harus mematahkannya dengan jari tangan anda. Agar aman dari pecahan kaca, lindungi tangan anda dengan kain dengan ketebalan secukupnya saja.

Setelah ampul dan/atau vial ada di hadapan anda (dalam keadaan terbuka), maka anda harus masukkan jarum ke dalam vial/ampul, lalu tarik gagang alat suntik untuk menarik isi vial/ampul itu kedalamnya. Usahakan agar ujung jarum tidak membentur bagian kaca vial/ampul, karena akan membuatnya jadi tumpul dan anda akan kesakitan jika jarum itu di tusukkan pada anda.

Yang paling umum di gunakan adalah alat suntik jenis 2,5cc. Saat pertama kali alat suntik di buka dari kemasan plastik, ia dalam keadaan steril asal tidak tersentuh dengan obyek di sekitar anda. Untuk make sure lagi, celupkan ke dalam alkohol, isi alat suntik nya dengan alkohol, lalu buang lagi alkohol nya ke botol alkohol. Masih ada sisa cairan alkohol dalam alat suntik. Pompalah gagang alat suntik berulang kali dengan tangan anda hingga tak terlihat lagi semburan sisa cairan alkohol keluar dari ujung jarum.

Pastikan bagian atas vial (karet) itu steril, caranya olesi dengan alkohol. Untuk mengisi alat suntik dengan cairan obatnya, maka posisi gagang alat suntik harus dalam keadaan setengah kosong (atau sepertiga kosong). Intinya, sisakan sedikit udara di tabung plastik pada alat suntik anda.

Arahkan bagian karet dari vial ke bawah/lantai, tahan disitu, lalu tusukkan jarum suntik dari bawah vial menembus karet itu. Masukkan udara dalam tabung plastik alat suntik anda ke dalam vial guna meningkatkan tekanan didalam vial, agar memudahkan proses transfer obat ke alat suntik. Pastikan ujung jarum tenggelam didalam cairan obat. Mulai tarik gagang alat suntik secara perlahan untuk menyedot obat masuk ke dalam alat suntik.



Pastikan tidak ada gelembung udara di dalam tabung plastik alat suntik dengan cara sentil sentil tabung nya dengan jari hingga gelembung naik ke atas (jarum). Setelaj udara sudah naik semua, buang udara itu dengan sedikit mendorong gagang suntik (otomatis sedikit cairan obat juga ikut terbuang). Ini penting karena jika udara ikut masuk ke dalam tubuh, maka akan membuat area suntik jadi memar. Tidak berbahaya, tapi butuh waktu beberapa hari hingga memar itu hilang. Semakin aktif olahraga nya, semakin cepat hilang memar nya.

Next, tentukan lokasi tubuh yang akan di suntik. Olesi area itu dengan alkohol. Lokasi yang paling umum di gunakan dokter dan dianggap paling aman karena sedikit nya pembuluh darah di lokasi itu adalah dorsogluteal (pantat).



Lokasi populer lainnya adalah ventrogluteal, lokasinya sedikit diatas dari gambar diatas, dan diluar dorsogluteal.



Lokasi lain yang bisa di pakai adalah deltoid/shoulder, tricep dan bicep, chest, calves. Protokolnya sama.

Setelah area tubuh yg akan di coblos di olesi alkohol, step berikutnya, buatlah otot di area itu se-rileks mungkin. Caranya, cubit cubit sedikit area itu dan tarik kulit nya keatas dan dilepaskan berulang kali. Ini berlaku untuk area suntik selain pantat. Untuk pantat hal itu tidak wajib di lakukan.

Tarik kulit di area suntik dengan jari tangan anda (strecthing), lalu pegang alat suntik seperti anda memegang dart, lalu cobloskan ke area target dengan gerakan sedang (tidak cepat, tapi tidak juga lambat) sampai semua jarum masuk ke dalam tubuh.



Khusus untuk area non pantat, coba tarik sedikit gagang alat suntik anda, cek dan pastikan tidak ada darah yg masuk kedalam tabung suntik. Jika ada darah, maka anda harus batalkan suntik di lokasi itu. Untuk pantat, 99% anda tak akan menemui darah, jadi test semacam ini tak perlu di lakukan.

Jika ada darah dan ada gelembung udara di dalam tabung plastik suntik, itu berbahaya, karena jika anda teruskan menyuntiknya, maka udara akan masuk ke pembuluh darah menuju ke jantung dan dalam hitungan menit anda akan innalillahi.

Dorong gagang suntik ke dalam tubuh secara perlahan dan dengan tekanan yang konsisten. Setelah semua isi cairan didalam tabung suntik kosong terdorong ke dalam tubuh, cabut jarum suntik dengan kecepatan sedang, dan olesi bagian bekas jarum itu dengan kapas alkohol dan kasi tensoplast pada area itu.

Tutup jarum suntik dengan tabung pengaman, lalu buang ke tong sampah, jangan di pakai lagi!!

Teknik menyuntik secara subcutaneous biasa di pakai untuk obat jenis HGH, caranya sedikit berbeda. Protokolnya sama dengan diatas, kecuali di area suntik, kulit nya musti di tarik pake jari tangan dan tusukkkan jarum dengan arah 45 derajat ke arah lemak (tembok pembatas antara kulit dan jaringan otot). Lihat warna kuning pada gambar, itu lapisan lemak. Jenis jarum yg cocok untuk keperluan subcutaneous ini adalah jenis 1cc.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

monggo yg mau comment